Jakarta, 4 Mei 2026 – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar kegiatan pembinaan bagi pelajar SMA/SMK se-Jabodetabek melalui program GYC 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya menekan maraknya aksi tawuran di kalangan pelajar.
Program tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, serta pemahaman tentang pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan. Kegiatan ini juga menjadi wadah edukasi bagi pelajar agar mampu menyelesaikan konflik secara positif.
Kemendagri menyebut bahwa fenomena tawuran pelajar menjadi perhatian serius karena berdampak pada keamanan serta masa depan generasi muda. Oleh karena itu, pendekatan pembinaan dinilai lebih efektif dibandingkan penindakan semata.
Dalam kegiatan GYC 2026, para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari penguatan karakter, wawasan kebangsaan, hingga pelatihan keterampilan sosial. Tujuannya adalah membentuk pola pikir yang lebih konstruktif di kalangan pelajar.
Pengamat pendidikan menilai bahwa program seperti ini penting untuk membangun kesadaran sejak dini. Pelajar diharapkan dapat memahami konsekuensi dari tindakan negatif serta memilih jalur yang lebih positif.
Di sisi lain, peran sekolah dan orang tua juga dinilai sangat penting dalam mencegah terjadinya tawuran. Kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi pelajar.
Para peserta menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka mengaku mendapatkan pengalaman baru yang bermanfaat, terutama dalam memahami pentingnya menjaga sikap dan hubungan sosial.
Dengan adanya program ini, diharapkan angka tawuran pelajar dapat ditekan dan generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.