Jakarta, 21 September 2026 – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan sejumlah pesan kepada jajaran pejabat baru Direktorat Jenderal Bea dan Cukai setelah proses pelantikan dan rotasi dilakukan di lingkungan Kementerian Keuangan. Para pejabat diminta menjaga integritas sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha terus meningkat. Bea Cukai dinilai memiliki posisi strategis karena menjalankan fungsi penerimaan negara, fasilitasi perdagangan, serta pengawasan lalu lintas barang. Tugas tersebut membuat setiap pejabat harus mampu menjaga keseimbangan antara pengawasan dan kemudahan pelayanan. Suahasil juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan kewenangan yang dimiliki. Kepercayaan masyarakat disebut menjadi modal penting yang harus terus dijaga oleh seluruh jajaran.
Suahasil mengingatkan bahwa pergantian maupun penempatan pejabat merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi. Pejabat yang mendapatkan tanggung jawab baru diminta segera memahami persoalan di wilayah maupun unit kerja masing-masing. Mereka juga dituntut tidak sekadar menjalankan rutinitas administratif, tetapi mampu menemukan persoalan dan menghadirkan solusi yang tepat. Koordinasi antarsatuan kerja menjadi penting karena aktivitas kepabeanan dan cukai berkaitan dengan banyak sektor ekonomi. Kecepatan dalam mengambil keputusan perlu tetap disertai kehati-hatian dan kepatuhan terhadap ketentuan. Setiap kebijakan diharapkan memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan serta efektivitas pengawasan.
Integritas menjadi salah satu aspek yang mendapatkan perhatian karena petugas Bea Cukai berhadapan langsung dengan arus barang dan berbagai kepentingan ekonomi. Suahasil meminta pejabat baru memastikan kewenangan yang diberikan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Sistem pengawasan internal juga perlu dijalankan secara konsisten untuk mencegah munculnya pelanggaran. Pimpinan unit memiliki tanggung jawab membangun budaya kerja yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap indikasi penyimpangan harus ditangani sesuai mekanisme yang berlaku agar tidak berkembang menjadi persoalan lebih besar. Langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat kredibilitas institusi di mata masyarakat dan pelaku usaha.
Di sisi pelayanan, jajaran Bea Cukai diminta memahami kebutuhan dunia usaha tanpa mengurangi ketegasan dalam menjalankan pengawasan. Proses ekspor dan impor yang efisien memiliki pengaruh terhadap biaya logistik serta daya saing produk Indonesia. Karena itu, penggunaan teknologi dan digitalisasi perlu terus dimanfaatkan untuk mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan akurasi pengawasan. Data transaksi dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola perdagangan yang tidak wajar dan menentukan area yang membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam. Pendekatan berbasis risiko memungkinkan pengawasan dilakukan secara lebih tepat sasaran. Dengan mekanisme tersebut, barang yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh pelayanan lebih cepat sementara aktivitas berisiko tetap diawasi secara ketat.
Tantangan lain yang dihadapi Bea Cukai adalah peredaran barang ilegal dan praktik penyelundupan yang berpotensi merugikan penerimaan negara maupun industri dalam negeri. Pengawasan terhadap barang kena cukai seperti rokok ilegal menjadi salah satu pekerjaan yang membutuhkan koordinasi berkelanjutan. Aktivitas perdagangan lintas batas yang semakin kompleks juga menuntut peningkatan kemampuan petugas dalam membaca pola pelanggaran. Pejabat baru diharapkan mampu memanfaatkan informasi dari berbagai unit untuk mendukung operasi pengawasan. Kerja sama dengan aparat penegak hukum dan instansi lainnya diperlukan ketika pelanggaran melibatkan jaringan yang lebih luas. Penindakan tetap harus dilakukan berdasarkan aturan dan didukung bukti yang memadai.
Suahasil berharap pejabat baru dapat membawa perbaikan dalam organisasi serta menjaga pelaksanaan tugas Bea Cukai tetap sejalan dengan kepentingan negara. Evaluasi kinerja akan menjadi bagian penting untuk melihat efektivitas kepemimpinan di masing-masing unit. Target penerimaan memang menjadi salah satu indikator, tetapi kualitas pelayanan, integritas dan keberhasilan pengawasan juga memiliki bobot penting. Para pejabat diminta membangun komunikasi dengan pegawai agar setiap persoalan operasional dapat diketahui sejak awal. Pembenahan institusi diharapkan berjalan secara konsisten dan tidak berhenti pada pergantian personel. Dengan kepemimpinan yang profesional dan berintegritas, Bea Cukai diharapkan semakin mampu menjalankan fungsi penerimaan, pelayanan dan perlindungan masyarakat secara seimbang.