Iqbal dan Sulthanul Gagal Raih Medali Air Pistol Perseorangan Asian Games 2026

Jakarta, 24 September 2026 – Dua petembak Indonesia, Muhamad Iqbal Raia Prabowo dan Sulthanul Aulia Maruf, gagal melanjutkan penampilan impresif mereka pada final nomor 10 meter air pistol putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Bertanding di Aichi Prefectural General Shooting Gallery, Jepang, Kamis, keduanya harus mengakhiri persaingan tanpa medali pada nomor perseorangan. Iqbal menempati peringkat ketujuh, sedangkan Sulthanul finis satu tingkat lebih baik di posisi keenam. Hasil tersebut berbanding terbalik dengan performa keduanya pada babak kualifikasi.

Iqbal memasuki final dengan modal yang sangat kuat setelah menjadi petembak terbaik pada babak kualifikasi. Ia mengumpulkan 589 poin untuk menduduki peringkat pertama dan memastikan tempat di antara delapan peserta final. Sulthanul juga menunjukkan performa kompetitif dengan membukukan 583-16x dan menempati posisi ketiga. Hasil kualifikasi itu membuat Indonesia menempatkan dua wakil sekaligus dalam perebutan medali perseorangan.

Namun, jalannya final memberikan tantangan berbeda bagi kedua wakil Indonesia. Sulthanul membuka persaingan dengan mengumpulkan 48,9 poin dari lima tembakan pertama. Setelah 10 tembakan, perolehan angkanya meningkat menjadi 100,1 poin. Ia kemudian bertahan hingga mengoleksi 157,8 poin sebelum tereliminasi dan harus mengakhiri pertandingan di posisi keenam.

Iqbal juga belum mampu mempertahankan performa yang membawanya memuncaki kualifikasi. Ia membukukan 49,5 poin dalam lima tembakan pertama dan kemudian mencapai 99,4 poin setelah menyelesaikan 10 tembakan. Perjalanannya dalam final berakhir setelah total poinnya mencapai 138,5. Catatan tersebut menempatkan Iqbal pada urutan ketujuh klasemen akhir nomor perseorangan.

Hasil final tersebut menjadi antiklimaks setelah Iqbal dan Sulthanul sebelumnya memainkan peran penting dalam keberhasilan Indonesia meraih medali perak nomor beregu putra. Bersama Wira Sukmana, mereka mengumpulkan total 1.743-57x pada babak kualifikasi. Catatan Indonesia bahkan sama dengan China yang juga memperoleh 1.743 poin. Namun, China berhak atas emas karena memiliki 70 inner-10, lebih banyak dibandingkan 57 milik Indonesia.

Wira sendiri membukukan 571 poin dalam kualifikasi, yang kemudian digabungkan dengan catatan Iqbal dan Sulthanul untuk menentukan hasil beregu. China akhirnya menempati posisi pertama, sedangkan Indonesia meraih perak. Jepang melengkapi podium dengan 1.730-54x setelah juga harus bersaing ketat dengan India yang memiliki jumlah poin sama. Hasil beregu tersebut menjadi salah satu tambahan medali Indonesia pada Asian Games 2026.

Pada final perseorangan, medali emas akhirnya menjadi milik petembak Uzbekistan Vladimir Svechnikov. Ia tampil konsisten hingga mencatatkan 244,3 poin sekaligus memecahkan rekor Asian Games. Petembak China Hu Kai berada tepat di belakangnya dengan 243,0 poin untuk membawa pulang medali perak. Sementara itu, rekan senegaranya Bu Shuaihang melengkapi podium setelah memperoleh 222,1 poin dan medali perunggu.

Persaingan nomor 10 meter air pistol putra memang menghadirkan sejumlah petembak kuat Asia. Sebelum Asian Games, Iqbal dan Sulthanul telah menunjukkan perkembangan melalui Kejuaraan Asia Rifle/Pistol 2026 di New Delhi, India, pada Februari. Sulthanul ketika itu meraih medali perunggu nomor junior setelah mencatat 215,6 poin dalam final. Iqbal juga lolos ke final dan mengakhiri pertandingan pada posisi keempat dengan 196,4 poin.

Asian Games Aichi-Nagoya menjadi kesempatan bagi keduanya untuk menghadapi persaingan pada level senior Asia. Keberhasilan menembus final sekaligus membantu Indonesia meraih perak beregu menunjukkan hasil kompetitif dari babak kualifikasi, meskipun medali perseorangan belum berhasil didapatkan. Iqbal yang memimpin kualifikasi dan Sulthanul yang berada di tiga besar harus menghadapi sistem eliminasi final yang menuntut konsistensi pada setiap rangkaian tembakan. Hasil akhir membuat keduanya berada di luar lima besar.

Meski nomor perseorangan berakhir tanpa tambahan medali, Iqbal dan Sulthanul tetap meninggalkan Aichi Prefectural General Shooting Gallery dengan kontribusi terhadap medali perak beregu Indonesia bersama Wira. Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan tipisnya persaingan pada nomor air pistol putra setelah Indonesia mampu menyamai total poin China pada kategori beregu. Tantangan berikutnya bagi para petembak Indonesia adalah menjaga konsistensi antara babak kualifikasi dan final ketika menghadapi kompetisi tingkat Asia. Penampilan di Aichi-Nagoya menjadi pengalaman penting bagi Iqbal dan Sulthanul dalam melanjutkan perkembangan mereka pada nomor 10 meter air pistol.