Jakarta, 21 Oktober 2026 – Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina pada Rabu (21/10/2026) terpantau belum mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Harga Pertalite masih bertahan sebesar Rp10.000 per liter, sedangkan Pertamax dijual mulai Rp15.950 per liter untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Kebijakan mempertahankan harga tersebut berlaku bagi produk BBM bersubsidi maupun nonsubsidi yang dipasarkan Pertamina. Masyarakat dapat menggunakan daftar harga terbaru sebagai acuan sebelum melakukan pengisian bahan bakar kendaraan. Meski demikian, harga sejumlah produk nonsubsidi berbeda antarwilayah karena dipengaruhi ketentuan pajak dan kebijakan harga regional.
Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertamax RON 92 tercatat Rp15.950 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 dipasarkan sebesar Rp19.150 per liter dan Pertamax Turbo RON 98 dibanderol Rp19.600 per liter. Pada kategori bahan bakar diesel nonsubsidi, Dexlite dijual Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp25.200 per liter. Harga Pertalite tetap berada di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi sebesar Rp6.800 per liter. Seluruh harga tersebut masih mengikuti ketentuan yang berlaku sejak penyesuaian pada September 2026. Hingga 21 Oktober, belum terdapat pengumuman perubahan harga baru untuk produk-produk tersebut.
Perbedaan harga terlihat di sejumlah wilayah Sumatera yang memiliki ketentuan pajak bahan bakar kendaraan bermotor berbeda. Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, Pertamax dijual Rp16.300 per liter. Harga Pertamax Turbo di wilayah tersebut mencapai Rp20.000 per liter, sedangkan Dexlite dibanderol Rp24.200 per liter. Untuk Pertamina Dex, konsumen perlu membayar Rp25.750 per liter. Sementara itu, Pertalite dan Biosolar subsidi tetap dijual masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga BBM nonsubsidi tidak selalu sama meskipun dipasarkan oleh perusahaan yang sama.
Harga lebih tinggi berlaku di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Di ketiga provinsi tersebut, Pertamax dipasarkan sebesar Rp16.650 per liter, sedangkan Pertamax Turbo mencapai Rp20.450 per liter. Produk Dexlite dijual Rp24.750 per liter dan Pertamina Dex sebesar Rp26.300 per liter. Harga ini lebih tinggi dibandingkan wilayah Jakarta dan sebagian besar Pulau Jawa. Namun, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memperhatikan lokasi pengisian bahan bakar karena perbedaan wilayah dapat memengaruhi pengeluaran untuk produk nonsubsidi.
Di kawasan Kalimantan, harga BBM juga terbagi berdasarkan wilayah pemasaran. Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur menerapkan harga Pertamax Rp16.300 per liter, Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, Dexlite Rp24.200 per liter, serta Pertamina Dex Rp25.750 per liter. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara memiliki harga lebih tinggi untuk sejumlah produk nonsubsidi. Pertamax di kedua wilayah tersebut dijual Rp16.650 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.450 per liter. Adapun Dexlite mencapai Rp24.750 per liter dan Pertamina Dex Rp26.300 per liter. Perbedaan harga tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan pengguna kendaraan ketika melakukan perjalanan antardaerah.
Pertamina Patra Niaga sebelumnya menjelaskan bahwa keputusan mempertahankan harga BBM dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi dan kondisi masyarakat. Perusahaan melakukan evaluasi terhadap harga produk nonsubsidi dengan memperhatikan perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta ketentuan pemerintah. Kebijakan tersebut juga mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global. Untuk BBM bersubsidi, pemerintah memastikan harga Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan hingga akhir 2026. Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas pengeluaran masyarakat yang menggunakan bahan bakar bersubsidi. Sementara itu, harga produk nonsubsidi tetap dapat dievaluasi mengikuti perkembangan kondisi pasar.
Perbedaan jenis BBM Pertamina juga berkaitan dengan spesifikasi dan kebutuhan mesin kendaraan. Pertalite memiliki angka oktan atau Research Octane Number (RON) 90, sedangkan Pertamax menggunakan RON 92. Pertamax Green 95 memiliki RON 95 dan Pertamax Turbo menggunakan RON 98. Semakin tinggi angka oktan, semakin besar kemampuan bahan bakar menahan pembakaran dini pada mesin yang membutuhkan spesifikasi tersebut. Namun, pemilihan BBM sebaiknya tetap disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan kendaraan, bukan semata-mata berdasarkan harga atau angka oktan tertinggi. Untuk kendaraan bermesin diesel, konsumen dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan mesin dan ketentuan penggunaannya.
Dengan demikian, harga BBM Pertamina pada 21 Oktober 2026 masih berada pada tingkat yang sama seperti periode sebelumnya. Pertalite tetap menjadi salah satu produk dengan harga paling terjangkau, yakni Rp10.000 per liter, sementara Pertamax untuk wilayah Jakarta dipasarkan Rp15.950 per liter. Produk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex memiliki harga lebih tinggi dengan variasi antarprovinsi. Masyarakat diimbau memeriksa harga sesuai wilayah sebelum melakukan pengisian bahan bakar agar dapat memperkirakan pengeluaran kendaraan secara tepat. Informasi harga juga dapat diperiksa melalui layanan resmi Pertamina dan papan harga yang tersedia di masing-masing SPBU. Stabilnya harga BBM pada Oktober diharapkan membantu masyarakat mengatur kebutuhan transportasi dan aktivitas ekonomi sehari-hari.