Jakarta, 8 September 2026 – Masa depan Veda Ega Pratama mulai menjadi perhatian menjelang bursa pembalap Moto3 2027 setelah penampilan impresifnya pada musim debut bersama Honda Team Asia. Pembalap muda Indonesia tersebut disebut telah menarik perhatian sejumlah tim papan atas setelah mampu menunjukkan kecepatan dan daya saing sejak awal Moto3 2026. Salah satu tim yang paling kuat dikaitkan dengan Veda adalah CFMoto Aspar Team, yang saat ini menjadi kekuatan utama dalam persaingan kelas ringan Grand Prix. Selain Aspar, peluang bertahan bersama Honda Team Asia juga masih terbuka, sementara LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP muncul dalam laporan terbaru sebagai tim lain yang dikabarkan tertarik. Namun, hingga saat ini belum terdapat pengumuman resmi mengenai tim yang akan diperkuat Veda pada musim 2027 sehingga seluruh kemungkinan tersebut masih berada dalam ranah bursa pembalap.
CFMoto Aspar Team berada di urutan pertama sebagai kandidat menarik setelah tim tersebut membuat unggahan yang menampilkan Veda bersama pembalap mereka, Maximo Quiles, di Sirkuit MotorLand Aragon. Unggahan itu langsung memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan Aspar sedang memberikan sinyal ketertarikan terhadap pembalap asal Gunungkidul tersebut. Spekulasi semakin menguat karena sebelumnya pengamat MotoGP Hendry Wibowo mengungkap adanya tim yang berkompetisi di Moto2 dan Moto3, pernah tampil di MotoGP, tetapi tidak lagi mengikuti kelas utama pada 2026 yang tertarik kepada Veda. Karakteristik tersebut mengarah kepada Aspar Team, meskipun belum ada konfirmasi bahwa tim itulah yang dimaksud. Dengan performa Aspar yang sangat kuat sepanjang Moto3 2026, kepindahan ke tim tersebut akan memberikan Veda kesempatan berada dalam lingkungan yang mempunyai kemampuan bersaing memperebutkan kemenangan secara konsisten.
Peluang menuju CFMoto Aspar Team juga berkaitan dengan kemungkinan perubahan komposisi pembalap mereka pada musim berikutnya. Maximo Quiles tampil dominan dan hingga awal September memimpin klasemen sementara Moto3 2026 dengan 256 poin, unggul jauh atas pesaing terdekatnya. Apabila Quiles mendapatkan kesempatan naik ke Moto2 pada 2027, Aspar akan membutuhkan pembalap baru untuk mengisi salah satu kursinya di Moto3. Veda dapat menjadi kandidat karena sudah mempunyai pengalaman satu musim penuh sekaligus menunjukkan kemampuan bersaing di kelompok depan. Meski demikian, skenario tersebut masih bergantung pada keputusan Aspar mengenai komposisi pembalap serta perkembangan bursa transfer dalam beberapa bulan mendatang. Unggahan media sosial tim karena itu belum dapat dianggap sebagai konfirmasi bahwa kesepakatan dengan Veda telah tercapai.
Kandidat kedua adalah Honda Team Asia, tim yang saat ini menjadi tempat Veda menjalani musim debutnya di Kejuaraan Dunia Moto3. Bertahan bersama Honda memiliki keuntungan berupa kontinuitas karena Veda sudah mengenal karakter motor, struktur tim, teknisi, serta lingkungan kerja yang mendukung perkembangannya sejak jalur pembinaan Asia. Pada Juni lalu, Hendry Wibowo menyebut rencana Honda Team Asia ketika itu masih mengarah pada mempertahankan Veda untuk Moto3 2027. Tidak adanya kebutuhan beradaptasi dengan organisasi baru dapat memberikan keuntungan apabila target Veda musim depan adalah bertarung lebih konsisten di barisan depan. Honda Team Asia juga mempunyai rekam jejak sebagai jalur pengembangan pembalap Asia menuju kelas yang lebih tinggi dalam struktur Grand Prix.
Situasi Honda Team Asia menjadi semakin menarik karena pembalap Indonesia lainnya, Kiandra Ramadhipa, juga disebut mempunyai kesempatan memasuki Moto3. Skenario yang berkembang adalah Veda tetap berada di Honda Team Asia sementara Kiandra berpeluang menjadi rekan setimnya apabila memenuhi persyaratan untuk tampil di kejuaraan dunia. Kemungkinan tersebut membuka peluang hadirnya dua pembalap Indonesia dalam satu tim Moto3, meskipun semuanya masih bergantung pada perkembangan masing-masing pembalap serta keputusan Honda. Di sisi lain, terdapat pula kemungkinan Veda naik ke Moto2 apabila hasil akhirnya pada Moto3 2026 dinilai cukup kuat untuk mendapatkan promosi. Dengan demikian, Honda mempunyai beberapa pilihan dalam menentukan tahap berikutnya dari perkembangan karier Veda.
Nama ketiga yang kini muncul adalah LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP, tim asal Jerman yang berkompetisi dalam struktur Grand Prix. Laporan terbaru menyebut Intact GP tertarik merekrut Veda sebagai bagian dari rencana komposisi pembalap mereka untuk musim berikutnya. Dalam laporan tersebut, Veda disebut dipertimbangkan sebagai calon pengganti David Almansa, bahkan muncul klaim mengenai nilai kontrak sekitar Rp28 miliar. Informasi mengenai angka kontrak tersebut belum memperoleh konfirmasi resmi dari tim maupun Veda sehingga perlu diperlakukan sebagai laporan bursa transfer, bukan kesepakatan final. Meski demikian, munculnya nama Intact GP semakin menunjukkan bahwa performa Veda selama musim debutnya telah mendapatkan perhatian di luar lingkungan Honda.
Ketertarikan terhadap Veda tidak terlepas dari pencapaiannya sepanjang Moto3 2026. Salah satu hasil paling menonjol terjadi di Grand Prix Brasil ketika Veda finis ketiga dan meraih podium pada awal musim debutnya. Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa Veda mampu bersaing dengan pembalap yang memiliki pengalaman lebih panjang di kelas Moto3. Dalam perjalanan musimnya, ia juga sempat berada di posisi keenam klasemen dengan 71 poin setelah delapan balapan awal, sementara sejumlah penampilan berikutnya memperlihatkan kecepatan kompetitif meski hasilnya mengalami naik turun. Pada GP Inggris di Silverstone, misalnya, Veda mampu berada di posisi tiga besar dalam sesi latihan dan langsung mengamankan tempat menuju Q2. Kombinasi kecepatan, usia muda, dan potensi perkembangan menjadi faktor yang membuat namanya menarik dalam pasar pembalap untuk musim berikutnya.
Meski tiga tim tersebut mempunyai alasan masing-masing untuk menjadi tujuan Veda, keputusan akhir juga dapat dipengaruhi posisi pembalap Indonesia itu di klasemen Moto3 2026. Jika Veda mampu kembali tampil konsisten dan mengakhiri musim di posisi tinggi, kemungkinan promosi langsung ke Moto2 tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan. Hendry Wibowo sebelumnya bahkan menilai Veda layak mempertimbangkan naik kelas apabila mampu menyelesaikan musim debutnya di lima besar. Skenario itu akan membuat pilihan karier Veda menjadi lebih luas daripada sekadar menentukan tim Moto3 berikutnya. Namun, bertahan satu musim tambahan di Moto3 bersama tim kompetitif juga dapat menjadi pilihan apabila targetnya adalah memburu kemenangan secara lebih konsisten atau bahkan bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
Untuk sementara, CFMoto Aspar Team dapat ditempatkan sebagai kandidat paling menarik, terutama setelah kemunculan Veda dalam unggahan tim dan adanya petunjuk sebelumnya mengenai ketertarikan sebuah tim dengan profil yang sesuai dengan Aspar. Honda Team Asia tetap mempunyai peluang besar karena hubungan yang sudah terbentuk dan rencana mempertahankan Veda pernah disampaikan, sedangkan LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP menjadi alternatif baru setelah munculnya laporan ketertarikan dari tim Jerman tersebut. Belum satu pun dari tiga kemungkinan itu dapat disebut sebagai tujuan resmi Veda untuk Moto3 2027 sebelum kontrak atau pengumuman tim dikeluarkan. Karena itu, beberapa seri terakhir Moto3 2026 serta pergerakan pembalap seperti Maximo Quiles dan David Almansa kemungkinan akan ikut menentukan bagaimana kursi-kursi kompetitif tersedia. Yang jelas, masuknya Veda ke dalam pembicaraan bursa transfer menunjukkan pembalap Indonesia tersebut telah membangun reputasi kuat pada musim pertamanya di level Kejuaraan Dunia.