Jakarta, 2 Juni 2026 – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor untuk meninjau langsung proses pendidikan yang berlangsung di sekolah tersebut. Dalam kunjungan itu, Mensos berdialog dengan para siswa, calon peserta didik, serta orang tua yang hadir. Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah ketika seorang siswa menceritakan pengalamannya yang nyaris tidak dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi keluarga. Kisah tersebut menjadi gambaran nyata mengenai tantangan yang masih dihadapi sebagian masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan yang layak. Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan program Sekolah Rakyat mampu menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera yang membutuhkan dukungan pendidikan.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, seorang siswa bernama Vikar Ziyad Rasya mengungkapkan bahwa dirinya sempat berada dalam kondisi yang hampir membuatnya putus sekolah. Keterbatasan ekonomi keluarga menjadi hambatan utama yang membuat masa depannya di dunia pendidikan berada dalam ketidakpastian. Namun, kehadiran program Sekolah Rakyat memberikan kesempatan baru baginya untuk kembali belajar dalam lingkungan yang lebih mendukung. Ia mengaku mendapatkan berbagai fasilitas pendidikan dan pembinaan yang membuatnya dapat fokus menuntut ilmu tanpa harus dibebani persoalan ekonomi yang sebelumnya dihadapi keluarganya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu contoh nyata bagaimana program pendidikan berbasis bantuan sosial dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan anak-anak yang rentan kehilangan akses belajar.
Mensos dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa banyak anak Indonesia memiliki semangat belajar yang tinggi, namun sering kali terhambat oleh kondisi ekonomi keluarga. Menurutnya, situasi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi seorang anak untuk kehilangan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai program yang memungkinkan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan yang layak. Ia juga mengingatkan para siswa agar tetap menghormati dan bangga terhadap orang tua mereka yang telah berjuang keras dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Pesan tersebut disampaikan untuk membangun kepercayaan diri para siswa sekaligus memperkuat motivasi mereka dalam menempuh pendidikan.
Selain mendengarkan kisah Rasya, Mensos juga memperkenalkan calon siswa lain yang sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan formal. Kisah tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan dan membutuhkan perhatian khusus. Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit memperoleh akses pendidikan karena berbagai faktor sosial dan ekonomi. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, proses penerimaan peserta didik dilakukan melalui penjangkauan aktif oleh pendamping sosial yang mendata langsung anak-anak dalam kondisi rentan. Pendekatan tersebut dirancang agar bantuan pendidikan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.
Dalam kunjungannya, Mensos juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Rasya menceritakan bahwa dirinya merasakan suasana yang berbeda sejak bergabung dengan Sekolah Rakyat. Ia merasa lebih percaya diri karena mendapatkan dukungan dari teman-teman dan para guru yang memberikan perhatian secara setara kepada seluruh siswa. Lingkungan belajar yang bebas dari perundungan menjadi salah satu faktor yang membuat para peserta didik merasa nyaman mengikuti kegiatan pendidikan setiap hari. Kondisi tersebut dinilai sangat penting karena kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh materi pelajaran, tetapi juga oleh lingkungan sosial yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Pengamat pendidikan menilai bahwa kisah-kisah seperti yang dialami Rasya masih banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Faktor ekonomi sering kali menjadi penyebab utama anak-anak tidak dapat melanjutkan sekolah atau bahkan terpaksa berhenti belajar di tengah jalan. Karena itu, program-program yang berfokus pada kelompok masyarakat rentan dinilai memiliki peran penting dalam mengurangi angka putus sekolah. Selain memberikan akses pendidikan, program tersebut juga membantu menciptakan kesempatan yang lebih adil bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka. Upaya semacam ini dianggap sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Di sisi lain, tantangan pendidikan nasional tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sekolah, tetapi juga kemampuan menjangkau anak-anak yang berada dalam kondisi sosial ekonomi yang sulit. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus mendorong berbagai inisiatif untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari sistem pendidikan. Berbagai program pendampingan, bantuan sosial, hingga sekolah alternatif menjadi bagian dari strategi untuk memperluas akses pendidikan. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan partisipasi pendidikan di berbagai wilayah. Dengan semakin banyak anak yang memperoleh kesempatan belajar, kualitas pembangunan manusia juga diharapkan meningkat secara berkelanjutan.
Kunjungan Mensos ke SRMP 10 Bogor menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya pendidikan sebagai hak dasar setiap anak. Kisah siswa yang hampir putus sekolah namun akhirnya dapat kembali belajar melalui program Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa intervensi yang tepat dapat mengubah masa depan seseorang secara signifikan. Pemerintah berharap program tersebut terus berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah. Dengan dukungan yang berkelanjutan, pendidikan dapat menjadi jalan bagi generasi muda untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan meraih kehidupan yang lebih baik. Keberhasilan program ini pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah siswa yang diterima, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan dalam kehidupan mereka dan keluarga mereka.